Cerita ini bermula dari era keemasan kerajaan maja pahit yaitu saat pemerintahan raja hayam wuruk.Ceritanya ada seorang petani di desaku di Indramayu sana nanya padaku: ” Kenapa Mas, mangga Indramayu yang seenak dan sebesar ini kok nggak bisa diekspor ke Eropa?”. Akupun tersenyum makfum, rasanya sudah puluhan kali aku mendapat pertanyaan seperti ini. Terkadang aku malas menjawabnya, karena ujung-ujungnya bisa ditebak, dia pasti ‘ngeyel’.
Strateginya aku akan mencoba dengan membandingkan mangga Gedong Gincunya yang berhasil dia jual ke pengekspor. “Tapi tetep masih enak mangga Indramayu, mas” (tuh kan ngeyel) “Itu menurut selera bapak” jawabku “Trus warnanya, gimana?” Dia bengong “Apa hubungannya, Mas?” Itulah permainan persepsi, orang kita sudah terbiasa dengan beraneka ragam buah tropis, bagi kita, buah apa saja enak kalau manis! Bagaimanapun tampak bentuknya, apalagi warnanya, kita nggak peduli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar